Rabu, 22 November 2017

Grease Konduktif untuk jaringan electrical ( Electrical Conductive Grease )



Fungsi utama grease adalah untuk pelumasan yang berbentuk pasta. Pelumasan grease digunakan saat pelumasan dalam bentuk liquid / oli tidak memungkinkan digunakan. Komponen utama grease yaitu base oil, additive & thickener ( pengental ). Pelumasan grease memungkinkan digunakan pada semua lokasi aplikasi.

Pada jaringan elektrikal juga diperlukan pelumasan dengan fungsi utama untuk anti karat, pendingin dan melindungi dari kontaminan seperti air, debu, uap, kimia asam dan lain-lain. Di sini kita akan membahas electrical grease yang bersifat konduktif.

Grease yang bersifat konduktif dan compound anti-seize memiliki thickener / campuran bubuk logam dasar yang tersuspensi dalam base oil. Bubuk logam yang tersuspensi inilah yang menyebabkan sifat konduktif.

Hanya saja pada konduktif grease komponen additive & campuran logam lebih dititikberatkan pada daya hantar listrik dan panas, serta meminimalkan induksi, corona discharge & electical arching sehingga lost factor arus listrik lebih sedikit dan arus lebih maksimal sedangkan compound anti seize lebih dititikberatkan pada ketahanan terhadap suhu tinggi.

Teori cara kerja konduktif grease adalah base synthetic oil mengikat additive & bubuk logam untuk melindungi permukaan jaringan elektrikal.
Base synthetic oil yang paling banyak digunakan yaitu silicone oil atau PFPE ( PerflouroPolyEther ) yang memiliki kelebihan sebagai berikut :

  • daya long life lubricant ( pelumasan jangka panjang ), 
  • memiliki konsistensi tinggi sehingga tidak mudah bercampur dengan air, debu, zat kimia asam
  • meredam karat & panas yang lebih baik dari mineral oil
  • kompatibel dengan semua material termasuk karet, plastik, logam & polimer.
  • Non-flamable.
  • Memiliki daya tahan suhu tinggi ( rata-rata sampai -55 to +260 deg celcius )
Proses kombinasi base synthetic oil dengan thickener ini sangat rumit, tidak semudah base mineral oil. Bubuk logam yang paling banyak digunakan yaitu perak / silver dan carbon black
Perak memiliki daya hantar paling bagus diantara logam lainnya, namun harganya sangat mahal. Maka untuk alternatif harga yang lebih murah dibuat kelas konduktif di bawahnya yaitu carbon black.



Selasa, 26 September 2017

TECCEM Fluoronox MS 30/2 - Synthetic Multipurpose Grease H1 registered


Teccem Fluoronox MS 30/2 adalah synthetic grease based on a medium viscosity Perfluoropolyether. Diformulasikan untuk industri yang memiliki suhu operasional -45°C and +230°C dan pemakaian periodik + 260 °C

Fluoronox MS 30/2 memiliki dengan thickener PTFE ( Teflon ) yang memiliki tingkat friksi sangat rendah sehingga sangat aman untuk lubrikasi material metal, plastik dan elastomer. 

produk sekelasnya adalah Molykote HP 500.
Karakteristik :
Tidak berbau
oxidation resistant
Non-flammable ( Melting point : 325 °C ) tahan terhadap asam kuat & solvent Tidak menimbulkan noda carbon & kerak (free of carbonising substances ) kompatible dengan hampir semua jenis grease lain.
Telah memiliki sertifikat NSF H1 jadi aman digunakan pada industri makanan & minuman.

Aplikasi :

Roller bearings, sliding metal parts, plastics, elastomers, from low to high temperatures. 
Dapat digunakan sebagai barrier grease, protecting film dan sebagai sealing grease pada mold.

Spesifikasi PDS : http://www.teccem.de/Fluoronox_MS30_2_e.htm

Typical technical data

Product Name
MS 30/2

NLGI grade (DIN 51818)

2

Pour Point, of base fluid
(°C)
(°F)


-50
-58

Viscosity Index, of base fluid

190

Density, g/ml @20°C (68°F)

1.88

Flash Point

none, nonflammable

Colour

white

Base Fluid

Perfluoropolyether

Thickener

PTFE

Base Fluid Viscosity, [mm2/s]

 
@20°C (68°F)
381
@38°C (100°F)
140
@100°C (212°F)
20

Maximum evaporation loss, % in 24h @200°C

0.8

Recommended temperature range, [°C]

-45/+230

Rabu, 23 Agustus 2017

Cara memilih oli mesin industri yang baik.



Untuk memilih pelumas yang sesuai dengan kendaraan, tingkat vikositasnya harus disesuaikan dengan rekomendasi pabrikan ( Original Equipment Manufacturer / OEM ). Hal ini untuk menjamin usia pakai mesin yang telah dirancang oleh pabrikannya. Tingkat viskositas utamanya direkomendasikan berdasarkan temperature lingkungan dan temperature saat pertama menghidupkan mesin ( start ).

Suhu operasional sebuah oli mesin baisanya tidak berubah dengan signifikan walaupun pada suhu lingkungan yang berbeda. Jadi tetap harus disesuaikan dengan jenis aplikasi mesin yang digunakan.
Perbedaan utama tingkat viskositas “W” ini berhubungan dengan starting temperature. Hal ini akan menjelaskan tentang kekentalan pelumas, daya dorong dan kesiapan untuk melumasi mesin. Oli mesin dengan grade 5W biasanya dapat mengalir dengan baik pada suhu lebih rendah dibandingkan dengan grade 15W lebih sesuai untuk daerah tropis. Seperti negara tropis di Indonesia memiliki suhu berkisar 27 - 33 C dengan suhu malam hari 23- 27 C.

Pada daerah beriklim tropis, kebanyakan pabrikan merekomendasikan produk yang multi-grade seperti SAE 15W40, karena pelumas dapat mengalir dengan baik pada mesin dibandingkan dengan oli yang murni SAE 40 walaupun saat start suhu disekitarnya lebih tinggi.

Hal lain yang perlu diperhatikan saat memilih oli mesin yaitu sertifikasi kualitas atau performance level, seperti standard API ( American Petroluem Institute ). Pada mesin diesel menggunakan sertifikasi kualitas dengan kode huruf “ C” yang diikuti dengan huruf berikutnya yang melambangkan level performance nya. Untuk jelasnya bisa dilihat pada artikel sebelumnya.

Pada pemakaian lainnya, bisa digunakan grade 5W jika sebelumnya grade 10W atau 15W direkomendasikan agar proses pelumasan pada komponen mesin lebih cepat saat start. Walaupun ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, seperti bahan dasar atau base oil 5W memang lebih encer, hal ini bisa menyebabkan menguapan lebih besar dibandingkan oli 10W atau 15W. Harga oli grade 5W jauh lebih mahal dibanding 15W. Penurunan yang lebih cepat additive viskositas improver dalam formula oli, hal ini berdampak pada jangka waktu pergantian oli jadi lebih pendek.

Anda juga bisa memilih oli synthetic dengan viskositas & kualitas yang sama. Pada umumnya pelumas full synthetic memiliki daya bersih dan perlindungan terhadap mesin yang jauh lebih baik. Namun hal ini kadang tidak diperbolehkan oleh pabrikannya menyangkut komponen lainnya dan material dalam mesin seperti karet seal & logam lain yang sensitive.
Pada umumnya SAE 15W lebih direkomendasikan pada iklim tropis.
Berikut ilustrasi berdasarkan tingkat SAE yang bisa digunakan untuk acuan umum pada pemilihan viskositas dan suhu lingkungan :



Selasa, 22 Agustus 2017

Total Carter EP - Gear Oil dengan performa tinggi


Tim Research & Development Total Oil yang berpusat di Perancis telah membuat formulasi khusus untuk mendapatkan jenis pelumas yang berkualitas dengan taraf international. Total Carter EP merupakan pelumas khusus untuk gear dengan performa tinggi yang dikembangkan dengan teknologi terbaru.

Total Carter EP merupakan pelumas dengan kualitas premium untuk industrial gear lubricant yang dirancang untuk memberikan layanan excellent Extreme Pressure ( EP ) dan properties load carry yang sangat baik.
Formulasi bahan dasar oli ( base oil ) pilihan yang dikombinasikan dengan teknologi bahan kimia terbaru yaitu Sulfur-Phosporus yang memiliki manfaat sebagai berikut :

  • Membuat gear tidak mudah panas
  • Meningkatkan anti-wear, tidak mudah aus
  • Lapisan film pelumas yang Extreme Pressure ( EP )
  • Menurunkan tingkat gesekan ( metal to metal contact )
  • Kompatible dengan semua elastomer & seal
  • Efesiensi energi yang dibutuhkan
  • Karakteristik anti-foam, tidak mudah berbusa
  • Tingkat oksidasi yang lebih stabil & ketahanan terhadap suhu, sehingga usai pakai jadi lebih panjang
  • Menahan terjadinya karat & korosi

Berikut spesifikasi international yang sudah didapat Carter EP :

  • AGMA 9006 -D94EP
  • ISO 12925-1 CKD
  • DIN 51517 Part 3 - Group CLP
  • AISI 224
  • AFNOR NFE 60.200 - Category CKC
  • CINNCINATI MILACRON P-74 (ISO 220) and P-59 (ISO 320)
Berikut approval pabrikan yang didapat Carter EP :
  • US STEEL 224
  • DAVID BROWN ET 33/80
  • FLENDER
  • SEB 181226
Berikut type karakteristik Carter EP :

Rabu, 09 Agustus 2017

Viskositas dalam gear oil - SAE, ISO atau AGMA ?


Viskositas merupakan bahasa yang lebih mudahnya untuk memahami tingkat kekentalan sebuah cairan, dalam hal ini kita membahas tentang pelumas oli. Ada beberapa cara untuk mengukur tingkat viskositas oli. Pada artikel sebelumnya secara umum telah membahas klasifikasi SAE & ISO.
Khusus untuk oli gear industri Total Oil menggunakan 3 ketetapan internasional yang sering dipakai, yaitu SAE, ISO dan AGMA.

Mari kita mambahasnya satu per satu :

1. ISO ( International Standardization Organization )

ISO yang berpusat di Jenewa - Swiss merupakan perkumpulan independen ilmuwan internasional yang membahas khusus tentang standard teknologi, industri, service & safety. Hampir semua oli menggunakan ketetapan international ini, karena ketetapan ini berlaku sebagai standard umum untuk semua jenis pelumas. Biasanya orang pelumas industri lebih familiar dengan sebutan ISO VG ( ISO Viscosity Grade ).

2. SAE ( Society of Automotive Engineerings )

Banyak dari kita yang sudah mengenal ketetapan SAE, terutama untuk oli mesin ( engine oil ). Pada gear oil juga kadang menggunakan ketetapan ini seperti yang kita kenal pada gear transmisi, axle / gardan, diffrential & coupling. Contohnya pada transmisi SAE 80, SAE 90 & SAE 140.

3. AGMA ( American Gear Manufacturers Association )

AGMA merupakan ketetapan khusus yang dibuat untuk produk gear, meliputi material/bahan, ukuran, fungsi termasuk pelumas pada gear. Pada oli gear industri ketetapan yang digunakan adalah standard AGMA 9005 - D94.

Pada pembuat gear dan oli mungkin hanya menyertakan salah satu dari standard di atas. Untuk memudahkan ada tabel persamaan yang digunakan. Misalnya oli dengan SAE 90 bisa disetarakan dengan AGMA 5 dan ISO 220.

Berikut tabel persamaa untuk gear oil :


Senin, 07 Agustus 2017

Total Nateria MH 40 - Gas engine oil SAE 40


Total Neteria MH 40 merupakan jenis pelumas untuk mesin berbahan bakar gas dengan kadar abu rendah ( low ash > 5% ). Jenis gas alam seperti CNG, LPG dan sejenisnya. Pelumas ini banyak digunakan pada mesin pembangkit listrik tenaga gas.

Total Nateria MH 40 diformulasi khusus dari minyak bumi dengan standard ketahanan terhadap suhu, nitrasi dan oksidasi. Kadar abu redah ( low ash 5%) membuat mesin gas menjadi lebih maksimal dalam pembakaran, perlidungan mesin dari dampak gas dan tingkat kebersihan oli yang sangat optimal sehingga usia pakai oli lebih maksimal.

Additive khusus yang dirancang untuk perlindungan dengan properties antiwear & antikorosi dengan tingkat batasan tertentu yang menjamin kompatible dengan system emisi gas buang mesin.

Berikut approval manufacturer yang telah merekomendasikan Total Nateria MH 40 :

  • CATERPILLAR (séries 3300 à 3500) 
  • GE 
  • JENBACHER 
  • MDE 
  • MTU 
  • MWM 
  • PERKINS 
  • WAUKESHA (APG 2000/3000) 
  • WARTSILA (220 SG)
Berikut properties dari Total Nateria MH 40 :
 source : http://www.total-distributor-partners.com/media/18200/nateria_mh_40_-_04.2012.pdf

Kamis, 13 Juli 2017

Mengapa koneksi listrik butuh pelumasan silicone grease



Pelumas yang banyak dikenal saat ini adalah pada mekanikal seperti pada bearing dan sejenisnya. Pada artikel ini saya ingin mengulas sedikit tentang pelumas dengan grease pada jaringan electrical.

Fungsi pelumas pada jaringan elektrik lebih dititik beratkan pada perlindungan / proteksi terhadap arching atau loncatan elektron yang terlihat seperti petir dan perlindungan terhadap dampak lingkungan seperti uap air, debu, karat dan kontaminan lainnya.

Mengapa menggunakan silicone grease 

Silicone grease merupaakan waterproof grease ( anti air ) yang terbuat dari dari kombinasi silicone oil dan pengental ( thickener ). Jenis silicone oil yang dipakai pada umumnya adalah polydimethylsiloxane ( PDMS ) dan thickener dengan silica, sehingga menghasilkan grease seperti pasta berwana putih agak bening.

Dipilihnya silicone grease sebagai pelumas pada kontak elektrik adalah sebagai berikut :


  • Silicone grease ini merupakan pelumas synthetic yang ramah terhadap semua material termasuk plastik, karet/rubber, dan semua logam. Sedangkan kita semua tahu bahwa perangkat elektrik sekarang banyak yang menggunakan part plastik atau karet. Tidak seperti grease mineral yang terbuat dari minyak bumi bisa merusak karet atau plastik.
  • Silicone grease merupakan waterproof ( anti air ), jadi menghindarkan jaringan terhadap air atau uap air yang bisa menyebabkan korsleting ( arus pendek ). 
  • Silicone grease menjadi electrical insulating yang dapat mengisolasi listrik sehingga daya listrik tidak melebar disekitarnya. Daya insulatingnya kurang lebih 30 KV / mm
  • Silicone grease bisa menjadi thermal greaase yang memiliki jangkauan daya tahan temperatur yang sangat baik dari -40 C sampai 200 C
  • Silicone grease memiliki daya tahan pelumas jangka panjang karena memiliki konsistensi tidak mudah berubah terhadap air, oli, gas & bahan kimia, seperti amonia, gas chlorine, glycol, glycerol, asam sulfur, asam nitric, dll.    . 
  • Silicone grease mampu meredam corona discharge atau loncatan elektron akibat induksi yang bisa mengurangi kinerja jaringan atau bahkan bisa membahayakan di sekitar jaringan listrik
Hal tersebut di atas merupakan silicone grease pada umumnya yang bersifat isolator, saat ini telah ada inovasi yang digunakan sebagai conductive grease ( penghantar listrik ) yang banyak digunakan pada busbar untuk tegangan tinggi ( high voltage ).

Silicone conductive grease memiliki thickener dengan bahan konduktor yang paling bagus saat ini adalah silver ( perak ). Namun karena harganya sangat mahal, maka dibuat alternatif lain yaitu Carbon Black sebagai pengganti silver.