Tampilkan postingan dengan label oli. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label oli. Tampilkan semua postingan

Selasa, 02 Februari 2016

Mengapa pelumas baru memiliki warna yang bervariasi


Ada pertanyaan dari salah satu teknisi "Kami melihat warna yang berbeda dalam pelumas yang kita dapatkan dari pemasok pelumas. Dan setiap produk punya warna yang sangat bervariasi. Kadang-kadang pelumas punya warna yang lebih bening, kadang biru, kadang juga kuning, atau berwarna keruh, gelap, dll. Apakah penyebab masalah warna ini?"

Untuk minyak mineral base oil group I, sedikit perubahan dalam warna atau agak gelap sering terjadi karena perbedaan stok konten material di dalam kandungan type group I . Kandungan warna dalam minyak mineral umumnya terkait dengan belerang atau kotoran aromatik. 

Semakin gelap base oil, artinya kandungan kotoran atau zat lain dalam base oil ini semakin banyak. Biasanya warna lebih gelap akan punya viskositas lebih tinggi / lebih kental. Namun teknologi yang baru terutama pelumas yang bahan bakunya import punya base oil yang lebih baik dan sangat jernih seperti air.


Aditif tertentu juga berkontribusi terhadap warna, terutama yang mengandung sulfur. Misalnya, deterjen seperti kalsium sulfonat secara substansial dapat menggelapkan pelumas yang sudah jadi. Jika pemasok pelumas Anda telah membuat perubahan formulasi, ini dapat menyebabkan perubahan warna yang sesuai. Kebanyakan pemasok pelumas bertanggung jawab mengungkapkan perubahan formulasi yang telah dirancang, dan sudah direncanakan pemberitahuan khusus kepada pelanggan mereka di muka.

Terlepas dari warna, dengan beberapa pengecualian, minyak baru harus jelas dan terang. Jika minyak Anda biasanya jelas dan terang, namun pengiriman baru menunjukkan perubahan tampilan minyak seperti berawan, ini umumnya merupakan penyebab pertanyaan oleh user.

 Alasan untuk ini dapat bervariasi, tetapi mereka pada daftar di bawah yang umum:
1. aditif larut (proses blending atau stabilitas penyimpanan masalah)
2. Kontaminasi air
3. Terkadang formulasi jenis pelumas di mana aditif atau minyak dasar bentrok / tidak kompatible
4. kotoran padat
5 Cloud point rendah (lilin kristalisasi) artinya pelumas tidak bisa pada suhu rendah

Jika ragu, Anda dapat ambil sampel minyak dan harus dianalisis yang bisa dilakukan di laboratorium.

Sabtu, 24 Mei 2014

Special Lube for Industry

Kami sebagai Lube Consultant for Industry yang didelegasi khusus produk Total. Saya mewakili distributor utama untuk membantu menangani permasalahan yang membutuhkan penanganan pada teknik pelumasan di sektor industri yang menggunakan produk pelumas special.
Total Lubricant untuk special product meliputi :
· Grease dengan spesifikasi tinggi
· Special fluids & chemicals lubrication ( high temp, high speed, very extreme pressure, fire resistance )
· Special food grades & bio degradable / agriculture
· Project setup lubrication for Industry
· Kontrak supply & support consultant lubrication

Kami akan memberikan pelayanan khusus kepada konsumen yang belum dapat dilayani dengan spesifikasi pelumas biasa.
Sebuah kebanggaan tersendiri bagi kami bisa membantu menangani permasalahan industri Anda.
Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi kami :
PT. Sumitama Lubrindo Jaya
Contact person : Nurhadi Wibowo
Hp : 081808496886 / 08561350113
Email : nurhadi2001@gmail.com / nurhadi@sumitamalubrindojaya.com

Salam sukses untuk usaha Anda

Minggu, 04 Mei 2014

Cari graese yang kompatible dengan bahan dasarnya


" Apakah ada tabel kompatibilitas grease ? Apa parameter yang mengontrol kompatibilitas berbagai jenis pengental grease ? "Keputusan untuk melakukan perubahan dalam pelumas mesin harus selalu hati-hati dievaluasi . Dengan gemuk , sebagai lawan dari minyak , sangatlah penting untuk berhati-hati ketika berpindah dari satu jenis pelumas yang lain . Karena sifat dasar minyak , itu bisa sulit untuk menghapus semua minyak tua sebelum memperkenalkan grease baru ke mesin dengan cara yang sama bahwa minyak dapat dialirkan dari mesin untuk menambahkan minyak baru .




 

Karena tantangan ini , keputusan untuk menggunakan minyak baru di mesin harus dikelola dengan kompatibilitas minyak dalam pikiran . Grafik di bawah ini menggambarkan kompatibilitas antara sebagian besar jenis lemak dengan tiga kategori : yang kompatibel , borderline kompatibel dan tidak kompatibel . Apakah dua gemuk yang kompatibel akan tergantung pada jenis pengental dan cairan dasar serta sifat minyak yang dihasilkan setelah dua jenis minyak telah cukup dicampur .
Kompatibilitas Grease dapat rumit bahkan untuk teknisi pelumasan rata-rata. Satu kesalahan umum adalah ketika spesifikasi minyak didasarkan pada kinerja tanpa mempertimbangkan komposisi . Hal ini dapat mengakibatkan konsekuensi serius jika dua gemuk berbeda dengan kriteria kinerja yang sama dicampur bersama-sama dan komposisi mereka tidak kompatibel .Kekhawatiran lain berkaitan dengan kompatibilitas antara polyurea dan gemuk berdasarkan sabun lithium sederhana ( dan sabun lithium kompleks ) . Pengental Polyurea memiliki berbagai kemungkinan komposisi , dengan beberapa sempurna kompatibel dengan sabun lithium dan lain-lain cukup tidak kompatibel .Ketika perubahan jenis lemak terjadi , adalah penting untuk menguji campuran dari dua gemuk . ASTM D6185 - 11 dikembangkan untuk mengevaluasi kompatibilitas pelumas campuran biner lemak. Standar ini memungkinkan Anda untuk menilai tiga pengukuran spesifik kinerja : titik menjatuhkan , stabilitas mekanik dan konsistensi . Tergantung pada hasil , pengujian lebih lanjut mungkin diperlukan untuk memastikan kompatibilitas grease .Sementara grafik kompatibilitas menawarkan cara yang efektif untuk memastikan kompatibilitasnya umum antara dua gemuk , melakukan tes kompatibilitas grease mungkin lebih disukai ketika aplikasi kritis yang terlibat . Dalam banyak kasus , dua gemuk dirancang untuk aplikasi yang sama dapat memiliki karakteristik merugikan bila dicampur bersama-sama .Bekerja dengan pemasok minyak juga harus menjadi bagian dari proses pengambilan keputusan kompatibilitas , karena mereka mungkin memiliki solusi untuk aplikasi tertentu dipengaruhi oleh perubahan dalam jenis lemak. Dengan menjadi menyeluruh dan hati-hati dalam penilaian Anda , Anda dapat memastikan kehidupan mesin diperpanjang dan menghindari biaya yang signifikan karena kegagalan prematur .

Jumat, 25 April 2014

Standarisasi Engine Oil untuk Automotive Class


Standart internasional pada oli sangat beraneka ragam di kelompokkan dalam beberapa kelas dan jenis. Nah yang akan kita ulas ini lebih detail tentang Engine Oil atau oli mesin untuk kelas automotive.
Standart itu biasanya tercantum pada kemasan pada oli tersebut.
Berikut adalah standarisasi untul oli mesin yang dipergunakan pada mesin automotive.

  • SAE (Society of Automotive Engineers). 
SAE ini adalah range tingkat kekentalan suatu pelumas seperti contoh: AE 10w-40 ini menandakan produk ini range kinerja kekentalan pada keadaan dingin sampai panas adalah 10 sampai 40. Ada juga yang hanya menunjukan satu range/grade saja atau yang lebih dikenal dengan istilah MonoGrade.
Contoh SAE 20. kalo yang menggunakan range 2 buah seperti SAE 20w-50 disebut oli Multigrade. Kalo huruf w pada 10w adalah singkatan winter yang menunjukan tingkat kekentalan 10 bahkan pada saat winter. 
Ada juga produk yang tanpa ada simbol w , Misalnya SAE 20-50 , maka produk SAE 20w-50 lebih baik dari SAE 20-50 dilihat dari range kekentalan range suhu yg berbeda. semakin besar angka SAE berarti semakin kental produk tsb. Seperti SAE 10w-40 lebih encer dari SAE 20w-40AE 10w-40 ini menandakan produk ini range kinerja kekentalan pada keadaan dingin sampai panas adalah 10 sampai 40. Ada juga yang hanya menunjukan satu range/grade saja contoh SAE 20. kalo yang menggunakan range 2bh seperti SAE 20w-50 disebut oli multigrade. Kalo huruf w pada 10w adalah singkatan winter yang menunjukan tingkat kekentalan 10 bahkan pada saat winter. Ada juga produk yang tanpa ada simbol w , Misalnya SAE 20-50 , maka produk SAE 20w-50 lebih baik dari SAE 20-50 dilihat dari range kekentalan range suhu yg berbeda. semakin besar angka SAE berarti semakin kental produk tsb. Seperti SAE 10w-40 lebih encer dari SAE 20w-40
  • API (American Petroleum Institute)
API merupakan suatu grade yang didapat dari lembaga independent yang menetukan sejauh mana kualitas produk pelumas tersebut tentunya dengan seleksi yang ketat. Contoh : API SL. ini menunjukan produk tersebut ditujukan untuk mesin berbahan bakar bensin karena huruf S pada SL , singkatan dari spark (Busi) sedangkan untuk mesin diesel ditunjukan dengan huruf C (Commerce) seperti API CG dll. Sedangkan Huruf L pada SL menunjukan kualitas produk tsb. semakin mendekati huruf Z maka semakin baik produk tsb. Contoh produk API SL lebih baik secara kualitas dari produk API SF. Sampai saat ini grade tetinggi pada pelumas didunia adalah API SM. Dan perkembangan teknologi akan terus memicu peningkatkan kualitas grade API tsb. Tapi API bukan satu2nya lembaga yang mengeluarkan grade tsb. ada juga ILSAC (International Lubricants Standarization & Approval Commitee) seperti contoh ILSAC GF-2. Dan sampai saat ini yang tertinggi adalah ILSAC GF-4. Dan masih banyak lagi seperti JASO (Japan Automotive Standard Association) , ACEA (Association Des Constructeurs Europeens d' Automobiles), DIN (Deutsche Industrie Norm).
  • ISO (International Standards Organization), bermarkas di Eropa
Mengatur standar untuk banyak hal. Aq bahas yang standar untuk oli samping aja. Ada 3 spesifikasi:
ISO-L-EGB ---> memiliki persyaratan yang sama dg JASO FB
ISO-L-EGC ---> memiliki persyaratan yang sama dg JASO FC, di atas ISO-L-EGB
ISO-L-EGD ---> memiliki persyaratan yang sama dg JASO FD, di atas ISO-L-EGC
Berhubung standar ISO & JASO sama, maka untuk Ninja 150, oli samping yang dipersyaratkan oleh pabrik adlh minimal ISO-L-EGC. Dg kata lain klo bro mo pake oli samping dg spek ISO-L-EGD, 
  • JASO (Japanese Automobile Standards Organization), bermarkas di Jepang
JASO mengatur standar oli untuk mesin bensin 4 langkah, mesin diesel dan mesin bensin 2 langkah. 
Mesin bensin 4 langkah
Ada 2 spesifikasi, yaitu MA dan MB dimana kualifikasi MB di atas MA.
 
Mesin bensin 2 langkah (oli samping)
Ada 4 spesifikasi:
  •  JASO FA ---> sudah tidak digunakan
  •  JASO FB ---> spesifikasi di atas FA
  •  JASO FC ---> spesifikasi di atas FB
  •  JASO FD ---> spesifikasi di atas FC
        Mesin bensin 4 langkah
        Kodenya diawali dg "S" (Spark). Saat ini msh ada 4 klasifikasi,
  • SH ---> untuk mesin dg teknologi <1994, spesifikasi diatas SG
  • SJ ---> untuk mesin teknologi 1996, spesifikasi di atas SH
  • SL ---> untuk mesin teknologi 2001, spesifikasi di atas SJ
  • SM ---> yang terbaru, bisa digunakan pada mesin yang menpersyaratkan pelumas dengan spesifikasi di bawahnya (SL/SJ/SH).

Mesin diesel

Kodenya diawali dg "C" (Carbon / Commerce ).  yang msh dipake adalah CF, CG, CH dan CI.


Mesin bensin 2 langkah (Oli samping)
Kodenya diawali dg "T". Ada 4 spesifikasi:
  •      API TA  --> sudah tdk digunakan lagi
  •      API TB ---> spesifikasi di atas TA
  •      API TC ---> spesifikasi di atas TB
  •      API TD ---> spesifikasi di atas TC
Tentang Garde
  • Monograde.     Oli ini hanya memiliki 1 tingkat kekentalan pada semua suhu. Contoh SAE 10, SAE 20.
  • Multigrade.   Oli ini memiliki tingkat kekentalan ganda/bervariasi tergantung suhu. Pada suhu dingin oli ini akan encer dan pada suhu tinggi akan kental. Contoh SAE 10W 40, SAE 20W 50. "W" adlh singkatan dari winter. Berbeda dg standar2 yang lain, oli yang encer blm tentu lebih bagus drpd oli yang kental dan sebaliknya. Dg kata lain blm tentu SAE 10W 40 lebih baik drpd SAE 20W 50, begitu juga sebaliknya. Tergantung dari persyaratan yang diminta oleh masing-masing pabrikan untuk tiap produknya.
Untuk bisa memilih oli yang baik untuk kendaraan kita, hal yang harus diperhatikan adalah:

Spesifikasi oli yang disyaratkan oleh pabrikan. lihat ke buku manual.
Spesifikasi oli yang tertera di kemasan oli.
Pastikan bahwa oli yang kita pilih memenuhi standar minimal yang ditetapkan pabrik. Lebih dari itu ya lebih bagus. Sesuaikan dg budgetnya... hehehe...

Sebagai contoh: oli samping yang paling bagus tentunya yang memiliki kualifikasi API TD, JASO FD, ISO-L-EGD. Kualitas berikutnya (yg dibawahnya) tentu yang berkualifikasi API TC, JASO FC, ISO-L-EGC. Lihat di kemasannya.
Sedangkan untuk oli transmisi, yang paling bagus tentu yang berkualifikasi API SM dan JASO MB. Kualitas berikutnya (yg dibawahnya) tentu yang berkualifikasi API SL dan JASO MA.
Oli dg kualifikasi SL atau JASO MA sudah memenuhi persyaratan minimal yang ditetapkan oleh pabrik.

Sumber : http://multypaste.blogspot.com/