Kamis, 28 Agustus 2025

Klasifikasi pelumas dengan SAE atau ISO VG



Pada dasarnya pelumas oli memiliki standard kekentalan atau viscosity dengan menggunakan standard internasional yang sudah sering kita dengar yaitu SAE atau ISO VG. Sebelum lebih jauh kita bahas yang paling sederhana dulu.

Tingkat kekentalan atau viscosity merupakan standard seberapa hambatan cairan bisa mengalir, ini bisa berlaku untuk semua cairan. Satuan yang digunakan untuk mengukurnya yaitu cSt ( CentiStoke ). Sebagai gambaran mudah kita bisa bandingkan air dengan madu. Air memiliki viscosity = 1 cSt dan Madu memiliki viscosity = 500 cSt, itu artinya air dapat mengalir dengan lancar dengan kekentalan / viscoty rendah, sedangkan madu mengalir sangat lambat dengan kekentalan / viscosity tinggi.

Tingkat kekentalan sebuah cairan sangat berpengaruh pada temperaturnya, maka diberikan standard pada suhu 40°C dan 100°C. Saat ini yang dijadikan acuan adalah 40°C untuk menentukan nilai dari kekentalan oli. 

Pada awalnya standard yang digunakan adalah SAE ( Society of Automotive Engineers ) untuk oli gear & mesin, AGMA ( American Gear Manufacturers Association ) untuk oli gear. 
Namun saat tahun 1975 dibuat standard internasional, kumpulan dari American Society for Testing and Materials ( ASTM ), Society for Tribologists and Lubrication Engineers ( STLE ), British Standards Institute ( BSI ) dan Deutsches Institute for Normung ( DIN ) membuat kesepakatan bersama dengan satuan International Standards Organization Viscosity Grade yang disingkat ISO VG.
Berikut tabel kesetaraan yang menjadi acuan.

Untuk lebih mudahnya kita bisa sederhanakan menjadi tabel berikut.

Tabel untuk ISO VG dan AGMA pada oli gear



Tabel untuk ISO VG dan SAE pada oli mesin dan gear


Tabel untuk ISO VG dan SAE pada oli gear dan transmisi


source :
http://www.machinerylubrication.com/Read/213/iso-viscosity-grades
http://www.engineeringtoolbox.com/iso-vg-grade-d_1206.html



Rabu, 06 Agustus 2025

Menghindari Masalah Ketidakcocokan Gemuk


 Menghindari Masalah Ketidakcocokan Gemuk


"Kami baru-baru ini mengganti elektrik motor di bengkel rekondisi. Sejak pergantian tersebut, ada sejumlah kerusakan pada bearing / bantalan, biasanya hal ini akan terjadi beberapa bulan setelah servis. Sebagian besar, kerusakan ini disebabkan oleh pelumasan yang tidak sesuai. Pada pemeriksaan yang lebih dekat, tampaknya gemuk / grease nya telah menipis dan menjadi hampir meluber / mencair. 

Kami menduga bahwa bengkel rekondisi tempat servis sebelumnya menggunakan gemuk yang lebih rendah kualitasnya daripada gemuk motor listrik kami, tetapi mereka meyakinkan kepada kami bahwa mereka menggunakan gemuk sintetis berkualitas premium. Bagaimana pendapat Anda?"



Tanpa rincian lebih lanjut, sulit untuk menghubungkan akar penyebab kerusakan yang tepat. Namun, dengan sudut pandang pemakaian gemuk, salah satu masalah yang paling sering ditemui adalah ketidakcocokan antara berbagai jenis gemuk yang dibuat dari pengental yang berbeda.

 

Untuk motor listrik, gemuk yang paling umum digunakan dibuat dari bahan pengental sabun lithium-kompleks atau bahan poliurea. Sementara gemuk berbasis poliurea dan lithium-kompleks dapat digunakan dalam aplikasi ini, keduanya biasanya dianggap tidak kompatibel satu sama lain dan tidak boleh dicampur kecuali pengujian kompatibilitas yang tepat telah dilakukan.

 

Untuk menghindari jenis masalah ini, disarankan untuk meminta bengkel rekondisi menggunakan gemuk yang sama dengan yang Anda rencanakan untuk digunakan untuk mengoles ulang bantalan, atau paling tidak, tunjukkan jenis dan merek gemuk yang digunakan secara tepat sehingga Anda dapat menentukan apakah ada masalah kompatibilitas yang serius antara dua gemuk.

 

Seringkali disarankan untuk menyediakan tabung pelumas ke bengkel rekondisi setiap kali motor dikirim untuk rekondisi untuk menghindari masalah ini.

 

Kompatibilitas gemuk sering membingungkan pengguna gemuk, meskipun sebagian besar produsen gemuk membuat bagan kompatibilitas. Ini karena grafik dari berbagai produsen sering tidak setuju satu sama lain pada kombinasi tipe pengental tertentu.

 

Di masa lalu, ketika sabun sederhana dan tanah liat adalah jenis pengental utama, kompatibilitasnya relatif mudah. Sabun litium dan kalsium cocok satu sama lain, dan keduanya tidak terlalu baik bila dicampur dengan minyak berbahan dasar tanah liat.

 

Saat ini, dengan tidak hanya pengental yang disebutkan di atas tetapi juga sabun kompleks, poliurea, kalsium sulfonat, dan bahkan pengental yang lebih eksotis yang digunakan dalam banyak gemuk, masalah kompatibilitas menjadi jauh lebih rumit.

 

Untuk menambah kebingungan, ada beberapa spesifikasi gemuk yang hanya didasarkan pada kinerja gemuk tanpa memperhatikan komposisi gemuk. Jika gemuk dari jenis pengental yang berbeda (keduanya memenuhi persyaratan kinerja spesifikasi) tercampur dalam layanan, konsekuensi yang mengerikan dapat terjadi.

 


Selasa, 05 Agustus 2025

Mengoptimalkan Performa Mesin Gas dengan Total Nateria MH 40


 Apakah Anda tahu bahwa mesin berbahan bakar gas memerlukan perhatian khusus yang berbeda dari mesin diesel? Di dunia industri yang semakin modern, pemilihan pelumas yang tepat adalah kunci untuk menjaga performa dan efisiensi mesin Anda. Mari kita eksplorasi keunggulan Total Nateria MH 40, pelumas industri yang dirancang khusus untuk mesin gas.

Mengapa Pelumas Khusus Gas Engine?
Mesin gas menghasilkan karakteristik operasional yang unik. Suhu tinggi, pembentukan endapan, dan kebutuhan untuk menjaga kebersihan mesin merupakan tantangan yang harus dihadapi. Dengan Total Nateria MH 40, Anda tidak hanya mendapatkan pelumas, tetapi juga solusi yang meningkatkan umur mesin dan efisiensi bahan bakar.

Keunggulan Total Nateria MH 40:

  • SAE 40 untuk Performa Optimal: Dirancang dengan viskositas SAE 40, produk ini memberikan pelumasan yang superior pada suhu tinggi, memastikan setiap bagian mesin bekerja dengan maksimal.
  • Mencegah Pembentukan Deposit / kerak : Formula inovatifnya membantu mencegah pembentukan endapan, menjaga kebersihan mesin agar tetap berfungsi dengan baik.
  • Perlindungan Terhadap Aus: Total Nateria MH 40 menawarkan perlindungan yang kuat terhadap aus, mengurangi risiko kerusakan dan memperpanjang umur mesin Anda.
Jika Anda ingin memastikan mesin gas Anda beroperasi pada tingkat terbaik, memilih pelumas yang tepat adalah langkah yang tak boleh diabaikan. Total Nateria MH 40 adalah pilihan cerdas bagi para pelaku industri yang ingin mencapai efisiensi dan keandalan maksimum. Jadikan Total Nateria MH 40 sebagai bagian dari strategi perawatan mesin Anda dan rasakan perbedaannya!

Senin, 04 Agustus 2025

Proses penggunaan Molykote Anti Friction Coating


Pada artikel sebelumnya sudah kami bahas tentang manfaat penggunaan Molykote Anti Friction Coating. Kali ini kita akan bahas tentang proses coating serta metode yang digunakan.

Proses Coating 

Untuk memastikan efektivitas saat pengaplikasian dan penggunaan pada aplikasi,maka perlu diperhatikan proses pelapisan yang tepat harus diikuti. Pada permukaan dilakukan pretreatment itu sangat penting.  Tergantung pada material yang akan dilakukan anti friction coating, ini melibatkan degreasing, sandblasting, posfat, anodizing, atau pretreatment permukaan tertentu jika materialnya berbeda.

Setelah bahan bagian pretreatment sudah kering, maka baru bisa dilakukan pengaplikasian Anti Friction Coating. Berbagai metode dapat digunakan untuk menerapkan lapisan anti-gesekan. Aplikasi berikut ini, coating membutuhkan pengeringan dan curing untuk mengikat padatan pelumas untuk bagian. Hal ini dapat bervariasi dari waktu tiga menit dengan pengeringan udara , namun ada juga yang type coating dengan oven curing dengan suhu tertentu.

Pilihan Metode Aplikasi

Coatings Molykote Anti-Friction dapat diterapkan yaitu dengan mencelupkan ( dipping ), putaran atau centrifuging (dip-spinning), roll coating, printing. Faktor yang mempengaruhi metode yang akan digunakan adalah : Ukuran, bentuk, berat dan kuantitas bagian yang dilapisi, ketebalan film dan tingkat licin permukaan.
Metode aplikasi yang berbeda memberikan yang sangat hasil yang sesuai dengan factor yang berpengaruh.

Keuntungan Molykote Coatings Anti-Friction yang banyak digunakan dalam aplikasi untuk meningkatkan:
• Kenyamanan dengan mengurangi kebisingan dan getaran;
• Kinerja pelumasan untuk jangka panjang;
• Keselamatan dengan menjaga bagian tidak dapat diakses bekerja; 
• Kehandalan dalam menahan kondisi operasi yang sulit

Molykote Coatings Anti-Friction secara khusus digunakan untuk keperluan di mana daya tahan maksimum yang dibutuhkan dan untuk aplikasi yang yang sulit dimana pelumas biasa tidak dapat diterapkan. Atau sebagai dasar pada aplikasi yang dilumasi yang menjaga kemungkinan jika pelumas basah ( oli & grease ) sudah tidak mampu melindungi. 
Ini adalah novasi dalam industri pelumas.


Selasa, 01 Juli 2025

Molykote Anti Friction Coating alternative pelumas terbaik


Molykote Coatings Anti-Friction memiliki partikel pelumas padat ( solid lubricant ) yang mengandung partikel berukuran submicron yang tersedia dengan  campuran bahan yang dipilih dengan cermat yaitu resin dan solven.  Bahan dasar utama yang digunakan adalah Molybdenum disulfide( MoS2), Graphite, PTFE ( Teflon ).

Molykote AFC  membentuk sebuah lapisan film yang licin sehingga dapat menjangkau dan menghaluskan kekasaran permukaan material.  Molykote AFC dapat diaplikasikan pada berbagai material yang membentuk  lapisan sehingga sangat optimal pada aplikasi yang memiliki kontak metal- ke- metal, metal-ke-plastik dan kontrol gesekan plastik-to-plastik, bahkan di bawah beban ekstrim dan kondisi kerja sulit sekalipun.

Dengan karakteristik yang demikian berfungsi sebagai pengganti pelumas basah ( oli & grease ) atau sebagai dasar pelumas untuk membantu kinerja pelumas basah jika terjadi kegagalan pelumasan pada oli atau grease. Sehingga aplikasi masih bisa terlindungi.

Keuntungan menggunakan Molykote AFC :

  • Pelumas jangka panjang ( long life lubricant ), tidak terjadi penguapan & oksidasi
  • biaya yang rendah (low cost)
  • Praktis dan dan dapat digunakan pada hampir semua material, terutama metal & plastik
  • Pelumas yang kering dan bersih.
  • Tidak terbakar & tanpa perawatan rutin.
  • memberikan pelumasan unggul dalam kondisi operasi yang keras dan ekstrem lingkungan ( lembab, uap kimia, suhu tinggi, air, debu, dll. )
  • kontrol ketebalan film yang disesuaikan dengan kemampuan load-bearing  pada aplikasi.
·         Pelumasan yang efektif bahkan saat aplikasi tidak digunakan dalam waktu yang lama. Ini merupakan inovasi dalam industri pelumas.

Rabu, 22 Januari 2020

Sejarah Penelitian Viskositas Pelumas



Viskositas merupakan salah satu karakteristik properties utama dalam pelumas. Definisi viskositas pelumas adalah ukuran tingkat mengalirnya cairan pelumas yang dipengaruhi tekanan, suhu dan kepekatan. Viskositas menggambarkan ketahanan fluida / cairan pelumas terhadap aliran dan geser / perpindahan. Resistansi ini diukur dengan dua metode yang berbeda. Berikut ini kita akan membahasnya.

Sekitar tahun 1840, seorang ahli matematika Prancis bernama Jean Leonard Marie Poiseuille melakukan sebuah eksperimen yang menggunakan aliran darah melalui tabung kaca kecil. Poiseuille menemukan bahwa darah yang berbeda mengalir dengan kecepatan yang berbeda melalui tabung gelas dengan jumlah kekuatan yang sama.

Hal ini membuatnya mengambil kesimpulan bahwa cairan yang berbeda memiliki sebuah gesekan internal yang berbeda yang dipengaruhi oleh kekuatan eksternal agar dapat mengalir. Gesekan internal ini diukur oleh gaya yang dibutuhkan untuk membuatnya mengalir dan diberi nama pengukuran Poise. Untuk mempermudah pembacaan, maka dipergunakan dengan satuan centipoise (cP). Dan satuan ini lebih umum digunakan pada pengukuran viskositas pelumas. Istilah dinamis atau absolut digunakan pada pengukuran viskositas ini.

Formula untuk viskositas dinamis atau absolut adalah 1 centipoise (cP) sama dengan 1 milipascal-detik (mPa-s). Pascal adalah satuan kekuatan seperti tenaga kuda. Oleh karena itu, jenis pengukuran viskositas ini memerlukan gaya eksternal agar dapat diukur.

Pada waktu yang sama, seorang Irlandia bernama Sir George Stokes juga melakukan sebuah riset tentang viskositas. Pengujiannya dengan menjatuhkan partikel ke dalam cairan dan mengukur seberapa cepat partikel tersebut jatuh ke bawah. Dia menemukan bahwa partikel yang sama akan tenggelam pada kecepatan yang berbeda dalam cairan yang berbeda.

Stokes menduga ada beberapa jenis gesekan internal dalam cairan yang menyebabkan tingkat jatuh cairan berbeda-beda. Dia menguji teori ini dengan meletakkan cairan dalam tabung gelas dan mengukur berapa lama cairan mengalir dalam jarak tertentu. Tes-tes ini menghasilkan hukum Stokes dan bentuk pengukuran viskositas yang berbeda. Maka ditetapkan dengan satuan centistokes (cSt) digunakan untuk pembacaan yang lebih mudah. Pengukuran viskositas ini diberi istilah kinematik.

Rumus untuk viskositas kinematik adalah 1 centistoke (cSt) sama dengan 1 milimeter kuadrat per detik (mm2 / dt). Viskositas kinematik adalah laju aliran. Satuan centistoke (cSt) akan menunjukkan waktu yang dibutuhkan sebuah cairan untuk mengalir pada jarak tertentu. Tidak ada kekuatan eksternal yang mendorong cairan. Hanya gravitasi yang mempengaruhi aliran cairan tersebut. 

Jadi berat atau kepadatan cairan yang membantu proses mengalir yang dipengaruhi gravitasi. Maka pengukuran viskositas kinematik ini menggabungkan berat jenis atau densitas fluida sebagai bagian dari pengukurannya.

Dengan dua eksperimen di atas maka disimpulkan bahwa viskositas dinamis adalah ukuran kekuatan, sedangkan viskositas kinematik adalah ukuran kecepatan. Disitulah perbedaannya. Jika Anda membagi viskositas kinematik dengan densitas fluida, maka Anda akan mendapatkan viskositas absolut. Tampaknya Stokes dan Poise mendapat jawaban yang sama untuk mendapatkan nilai viskositas absolut meskipun dalam dua cara berbeda.


Rabu, 30 Oktober 2019

Oksidasi : Mengapa pelumas berubah menjadi buruk



Oksidasi dapat digambarkan sebagai degradasi dari minyak yang baik menjadi rusak/buruk. Pelumas yang awalnya bagus dan stabil menjadi lumpur dan varnis berkerak yang menyebabkan gangguan dalam sistem peralatan Anda. Bagaimana oksidasi ini bisa terjadi?

Lingkungan yang buruk dapat berdampak buruk pada kualitas dan masa pakai pelumas. Untuk menjaga pelumas Anda dalam kondisi optimal, maka lingkungan yang buruk harus diidentifikasi dan langkah-langkah apa yang diambil untuk mencegah kerusakan oil.

Pelumas rentan terhadap gangguan. Sebagian besar pelumas non-sintetis terdiri dari dua komponen: minyak mineral dan aditif. Minyak merupakan sekelompok molekul yang terbuat dari atom hidrogen dan karbon.

Atom-atom ini memiliki daya tarik positif satu sama lain, sehingga atom saling menghubungkan dengan metode yang disebut ikatan atau rantai karbon. Jika jumlah hidrogen dan karbon yang tepat tersedia, molekul dikatakan jenuh. Ini berarti mereka stabil dan tidak akan bereaksi dengan elemen berpotensi buruk lainnya.

Masalah muncul ketika beberapa atom hidrogen tidak ada, menyebabkan rantai karbon putus. Molekul menjadi tidak jenuh dan cukup reaktif. Ini bisa menjadi awal dari kerusakan pada pelumas. 



Berikut beberapa hal penyebab oksidasi :

Oksigen

Lingkungan yang buruk salah satu penyebabnya berasal dari sumber yang tidak terduga yaitu oksigen. Oksigen adalah unsur ketiga paling melimpah di bumi. Itu ada di udara yang Anda hirup dan air yang Anda minum serta zat lain yang tak terhitung jumlahnya. Oksigen sebagai unsur sebenarnya adalah dua atom yang terikat bersama dan umumnya bukanlah merupakan sumber masalah utama.

Namun, jika atom-atom ini terpisah, maka atom ini akan mencari unsur lain untuk mengikat dan menghasilkan reaksi. Pemisahan unsur oksigen ini disebabkan oleh peningkatan energi. Atom oksigen yang dipisahkan bertemu dengan hidrokarbon tak jenuh, mereka berikatan menjadi unsur air, dan reaksinya bersifat asam menghancurkan. Asam yang terbentuk akan menyerang minyak dan menghasilkan oksidasi. Udara adalah sumber utama oksigen yang dibutuhkan untuk membuat oli yang baik menjadi buruk.

Panas

Energi yang dibutuhkan untuk memisahkan atom oksigen dan sampai batas tertentu hidrokarbon, itu berasal dari energi yang berbentuk panas. Panas dapat berasal dari berbagai sumber, termasuk proses mekanik, lingkungan eksternal, gesekan, dll.

Untuk memisahkan elemen oksigen, hanya sejumlah kecil energi yang diperlukan (sekitar 495 kilojoule). Ini setara dengan 120 kalori, yang kira-kira sama dengan setengah irisan kue ulang tahun. Hidrokarbon sedikit lebih buruk dan membutuhkan lebih sedikit energi. Setiap peningkatan panas menciptakan lingkungan yang mudah menguap, menambah potensi oksidasi dan pembentukan varnis / plak atau kerak.

Lingkungan Buruk Lainnya

Lingkungan buruk lainnya yang dapat memengaruhi umur pelumas. Misalnya, kontamiasi air yang  dapat menghambat masa pakai pelumas. Air membutuhkan banyak energi untuk dipecah. Selain itu, logam dapat bereaksi dengan minyak mineral, menyebabkan lumpur. 

Cairan proses atau uap dapat merusak juga. Asam proses dapat menyebabkan kerusakan besar. Penyebab lainnya adalah sinar ultraviolet dan sinar matahari adalah sumber energi lain yang dapat menyebabkan degradasi minyak.

Mengontrol Oksidasi

Mencegah pelumas dari proses oksidasi dengan meminimalkan ketersediaan udara dan mengendalikan panas. Penting untuk diingat bahwa panas saja tidak akan menyebabkan oksidasi. Itu hanya dapat mempercepat proses reaksi antara dua elemen yang tidak stabil. Karena pengurangan atau kontrol panas mungkin sulit dicapai, mengendalikan ketersediaan udara adalah pilihan yang lebih baik. 

Berikut adalah beberapa tindakan untuk mengontrol udara dan panas dengan lebih baik di sistem Anda.

Kontrol Udara

Dalam sistem pelumasan yang bersirkulasi, pastikan packing, seal, baut dan koneksinya rapat dan kencang. Udara dapat disedot ke pelumas melalui koneksi yang longgar. Begitu masuk, ada banyak agitasi untuk memungkinkan oksigen dan hidrokarbon bereaksi. Selain itu, jaga seal bantalan Anda dalam kondisi yang baik. Udara dapat menyusup melalui seal yang rusak, memungkinkan oksigen dan hidrokarbon bereaksi dan membentuk produk oksidasi.

Pada sistem reservoir, pertahankan tekanan positif. Menggunakan gas lembam (inert gas ) seperti nitrogen mencegah udara masuk ke sistem. Akhirnya, pertimbangkan kabut minyak. Meskipun kabut minyak sebagian besar udara, suhunya cukup rendah untuk mencegah pemisahan atom oksigen. Ini juga memberikan tekanan positif untuk menjaga kontaminan eksternal seminimal mungkin.



Kontrol Panas

Selalu gunakan tingkat viskositas / jenis kekentalan pelumas yang tepat. Pelumas dengan viskositas lebih rendah memungkinkan kontak logam-ke-logam, yang menghasilkan gesekan dan menghasilkan energi berlebih dari panas yang dihasilkan. Viskositas yang lebih tinggi dapat menyebabkan gesekan internal dan menyebabkan masalah serupa. Pabrik pelumas dan pabrikan peralatan Anda dapat membantu Anda menentukan tingkat viskositas yang tepat untuk aplikasi Anda.

Getaran peralatan juga harus dijaga agar tetap minimum. Getaran berlebih dapat terjadi karena berbagai alasan dan menyebabkan peningkatan kontak dan panas logam-ke-logam. Selain itu, cobalah untuk membatasi panas eksternal jika memungkinkan. Gunakan kipas atau penutup sirip untuk menghambat panas yang diserap dari lingkungan. Pertimbangkan untuk menambahkan pendingin untuk mengurangi penumpukan panas pada pelumas.

Hindari Lingkungan yang Buruk

Bagaimana Anda menjaga agar minyak yang baik tidak rusak? Analisa sistem pelumas Anda, cari tempat potensi jalannya udara dapat masuk ke dalam sistem. Minimalkan jumlah titik masuk ini sebisa mungkin. Temukan sumber-sumber panas dan metode engineering untuk mengurangi atau mengendalikan energi itu.

Pelumas bisa memiliki umur lebih panjang jika bebas dari oksidasi. Peralatan yang dioptimalkan dengan cara ini akan memberikan tingkat produksi yang tinggi dan waktu henti yang minimal. HIndari sejauh mungkin dari lingkungan yang buruk.